Senin, 25 April 2011

Asal-Usul Ketombe

Munculnya ketombe disebabkan jamur sangat kecil atau dikenal Malassezia. Bakteri ini sebenarnya hidup di setiap kulit kepala. Makanan dari bakteri ini adalah minyak dan kulit kepala yang telah mati. Sebenarnya, minyak dan kulit kepala yang telah mati ini akan hilang saat Anda keramas.

Tetapi, pada beberapa kondisi, bakteri tersebut tumbuh secara berlebihan. Bakteri tersebut membuat kulit kepala Anda menjadi iritasi. Rasanya menjadi sangat gatal, bahkan kulit kepala menjadi merah.

Rasa gatal akibat ketombe memang menjengkelkan, dan merusak kepercayaan diri. Ingin menumpas ketombe, kenali fakta-fakta tentang ketombe berikut ini:

Pertama, penyebab genetis. Jika ayah atau ibu Anda juga berketombe, maka Anda juga rentan terkena ketombe.

Kedua, kulit kepala berminyak. Kondisi kulit kepala yang berminyak akan memicu pertumbuhan ketombe. Bakteri Malassezia sangat menyukai kulit kepala yang berminyak.

Ketiga, temperatur panas. Saat berada di tempat yang panas kulit kepala Anda akan cenderung berkeringat dan berminyak. Hal itu bisa memicu tumbuhnya ketombe.

Keempat, stres dan ketidakseimbangan hormon. Faktor psikologis biasanya akan berpengaruh pada produksi hormon. Ketidakseimbangan hormon inilah yang menyebabkan produksi minyak berlebih di kulit kepala dan bisa menimbulkan ketombe.

Menurut seorang ahli kulit, Zoe Draelos, M.D, ketombe sebenarnya bisa dengan mudah disembuhkan. Gunakan saja sampo yang mengandung obat anti-ketombe minimal dua minggu sekali.

Selain itu, yang perlu Anda tahu, menghindari kerontokan kulit kepala yang menyebabkan ketombe memang sulit. Hal yang bisa Anda lakukan adalah selalu menjaga kebersihan rambut. Keramas secara teratur dan jangan biarkan rasa gatal selalu ada di kepala Anda. Gatal akan membuat Anda menggaruk kulit kepala dan membuatnya rontok. Hal itu malah akan memicu pertumbuhan ketombe.

Jika ketombe Anda berminyak dan berwarna kuning, berarti disebabkan oleh kondisi kulit kepala yang tidak normal atau dikenal degan nama seborrheic dermatitis. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit kepala yang memerah. Jika keadaan seperti itu sebaiknya Anda langsung memeriksakan diri ke dokter. Agar keadaan kulit kepala Anda tidak terinfeksi dan keadaannya makin parah.

Kadang-kadang kita suka kesal kalau ada sesuatu yang mengotori rambut kita seperti ketombe. Ketombe bisa mengganggu aktivitas kita sehari-hari karena dengan timbulnya ketombe kita bisa tidak percaya diri dan menggaruk-garuk kepala kita. Pasti kita ingin tahu kan dari mana asal usul ketombe, penyebab dan pengobatannya? Berikut ini adalah penjelasannya :

Ketombe (juga disebut sindap dan kelemumur; dengan nama ilmiah Pityriasis capitis) adalah pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sel-sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasan itu jumlahnya sedikit. Namun demikian, ada orang yang mengalami secara terus menerus (kronis ataupun sekali-sekali, pengelupasan dalam jumlah yang besar yang diikuti dengan pemerahan dan iritasi. Kebanyakan kasus ketombe dapat disembuhkan dengan shampoo khusus atau pengobatan bebas.

Ketombe dapat juga merupakan gejala seborrhoeic dermatitis, psoriasis, infeksi jamur atau kutu rambut. Bila mengalami ketombe, menggaruk kepala secara berlebihan harus dihindari. Menggaruk bagian tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit, yang selanjutnya dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama sekali dari bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus. Walaupun infeksi bakteri ini merupakan risiko terbesar dari ketombe, kebanyakan orang akan menemukan bahwa ketombe dapat menyebabkan isu sosial hilangnya kepercayaan diri bagi penderitanya. Oleh karenanya, pengobatan segera menjadi sangat penting untuk murni alasan sosial.

Sejalan dengan bertumbuhnya kulit, sel-sel epidermal akan terdorong keluar, di mana mereka pada akhirnya mati dan terkelupas dari kepala. Pada umumnya, pengelupasan ini terlalu kecil untuk dapat terlihat mata. Namun demikian, kondisi tertentu menyebabkan pergantian/pertumbuhan sel menjadi terlalu cepat, khususya umum terjadi di kulit kepala. Pada orang berketombe, sel-sel kulit mungkin mati dan digantikan setiap kira-kira dua minggu sekali, sedangkan pada orang tanpa ketombe, siklus ini berlangsung satu bulan sekali. Hasilnya, sel-sel kulit mati akan terlepas dan menumpuk dalam jumlah yang besar, yang tampak sebagai serpihan-serpihan kecil berwarna putih atau kelabu di kulit kepala.

Pengelupasan dapat dikurangi, khususnya bagi mereka yang mengalami masalah ketombe yang tidak terlalu banyak, dengan perawatan rambut yang tepat. Beberapa orang memiliki persepsi yang salah dengan menolak membasuh rambut mereka, dan berpikir bahwa shampoo dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan bisa membuat ketombe mereka menjadi lebih banyak. Sebenarnya, dengan mencuci rambut secara reguler, kulit-kulit mati akan terlepas sebelum terkumpul banyak dan terlihat. Shampoo yang tepat akan membantu mengembalikan tingkat keasaman kuilt kepala yang baik, memecah minyak, dan mencegah sel-sel kulit mati bertumpuk menjadi serpihan yang terlihat. Namun demikian, shampoo yang tidak ditujukan secara khusus untuk pengobatan, ataupun shampoo yang bukan untuk pengobatan seborrhoeic dermatitis, tidak memiliki efek untuk mengobati kulit yang teriritasi dan merah. (fn/vs/wg) www.suaramedia.com

0 komentar:

Posting Komentar

Featured

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting